bait
pertama:
‘ingatkah
engkau akan rumah itu, tempat bertemu dan memulai cerita’
Rumah
yang dimaksud disini adalah asrama mahasiswa kampus c Unair (sekarang asrama
putri). Disanalah tempat kami ‘anak2 pbsb’ bertemu pada awal kami memasuki
kampus ini. dan disana juga tempat kami mulai merangkai perjuangan-perjuangan,
cerita-cerita, hingga sekarang ini. disanalah kami mulai menjalin tali-tali
persaudaraan dan persahabatan yang takkan pernah terlupakan.
bait
kedua:
‘ingatkah
engkau akan patung itu, megah berdiri tempat kita menuntut ilmu’
Patung
yang dimaksud disini ialah patung prabu airlangga yang menjadi logo almamater
kami saat ini yaitu universitas airlangga. Patung tersebut berdiri dengan
megah, memberikan pelajaran kepada kami untuk selalu tegar dalam menghadapi
segala masalah selama kami menuntut ilmu maupun di kehidupan sehari-hari.
Bait
ketiga:
‘ingatkah
engkau akan jembatan itu, kuat menopang setiap jiwa yang menyeberang’
Di
kampus c unair ini terdapat jembatan yang berada di tengah-tengah danau . Jembatan
tersebut kuat menahan siapapun yang melewatinya. Mengajarkan kepada kami bahwa
persahabatan kami juga harus kuat meski banyak cobaan yang menghampiri.
Bait
keempat:
‘ingatkah
engkau akan danau itu, biru menghampar mengisyaratkan kedamaian’
Seperti
yang sudah disinggung sebelumnya, di kampus c universitas airlangga ini
terdapat sebuah danau yang indah. Kami sering menyebutnya dengan nama ‘danau
cinta’, entah siapa yang memberi gelar tersebut pertama kali, tapi yang jelas menurutku
gelar itu memang cocok untuk disandingkan dengan danau itu. Waktu kami
matrikulasi kami sering berkumpul disana, dulu danau tersebut sangat indah,
biru, dan menyejukkan hati. Mengajarkan kepada kami untuk selalu berhati sejuk,
tidak menyimpan amarah dan dendam.
Bait
kelima:
‘ingatkah
engkau akan angsa itu, bersenandung ria dan tersenyum bahagia’
Di
danau yang muceritakan tadi banyak terlihat angsa-angsa. mereka berkumpul
ceria, terkadang bertingkah lucu. Mereka selalu bersama-sama baik itu ketika berenang,
maupun tidak. Mengajarkan kepada kami untuk selalu bersama baik suka maupun
duka.
Reff:
‘sahabatku
jangan pernah hilang, jangan pernah engkau pergi dari kehidupanku
Sahabatku
cepatlah kau kembali, karena kami selalu disini’
Sewaktu
masa perkuliahan sudah tiba, kami kembali ke masing-masing fakultas untuk
melanjutkan studi yang sesungguhnya. Mulai dari sanalah rasa kesepian itu
datang, dan selalu rasa rindu selalu mendera. Kami juga mulai sibuk dengan
aktivitas masing-masing. Sehingga jarang waktu untuk berkumpul. Biasanya kami
hanya berkumpul sebulan sekali. Huuh. Rindu itu memang menyiksa ya. Dan ketika
kami berkumpul pasti ga pernah tepat 31 anak datang. Memang sulit untuk mencari
waktu yang tepat agar semua bisa hadir. Rasa kehilangan itu pun mulai muncul.
Ingin menangis tapi tak kuasa. Hanya bisa berdo’a dan berharap agar kami semua
bisa berkumpul lengkap dengan rasa rindu yang sama. :’)
Ending:
‘dan
bila nanti saatnya kan tiba, aku ingin kau dan aku (selalu bersama)’
Masa
kuliah empat tahun bukanlah waktu yang cepat. Tapi juga bukan waktu yang lama.
Buktinya sekarang saja sudah setahun terlewati. Aku ga ingin waktu itu terbuang
sia-sia. Makanya, kulakukan sebisaku bila ada kumpul angkatan bersama kalian
pasti itu yang kuutamakan. Ya mungkin aku memang orang aneh, meskipun ada
kegiatan lain yang sudah ditentukan tanggalnya lama, dan ada info kumpul
walaupun mendadak. 98% aku pasti datang untuk kumpul bersama kalian. Meskipun
ada tugas yang penting di acara dan tempat yang lain, kuusahakan cepat-cepat
mengerjakannya dan kabur bila sudah selesai. Ya aku memang gila mungkin, tapi
itu semua kulakukan hanya untuk mengobati kangenku ke kalian. Jauh-jauh dari
kampng halaman, dan belum ada niat pulang. Kenapa aku kuat bertahan? Ya,
jawabannya karena kalian. Kalianlah keluargaku disini. Kembali ke lirik di atas
‘saatnya kan tiba’ , maksudnya ialah ketika masa 4 tahun itu sudah
selesai dan kami akan pulang ke pondok masing-masing untuk mengamalkan
ilmu-ilmu yang telah kami dapatkan selama ini. jika waktu itu sudah tiba aku
hanya bisa berharap dan berdo’a ‘aku ingin kau dan aku (selalu) bersama’.
Saat itulah yang mungkin sangat sulit untuk dilewati begitu saja. P E R P I S A
H A N . 10 huruf yang sungguh berat untuk diucapkan, mungkin mudah untuk
diucapkan tapi berat untuk melewatinya. namun itu pasti terjadi. Karena setiap
pertemuan, pasti ada perpisahan. Dan ketika saat itu telah tiba semoga tidak
ada penyesalan yang terjadi dan semoga persahabatan dan persaudaraaan kami
tidak hanya berhenti sampai disitu saja Aaaamiin
jaket baru :D @Malang
wajah2 polos.. masih Maba @Audit
Pelantikan pengurus 2012/2013
latian buat temu regional @SC lama
-always
miss u kassande’11-
Surabaya,
17 november 2012
Ayip
Makeni







amiin..
BalasHapus