Sukses? Tentu kata ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bagi sebagian dari kita, sukses mungkin adalah kondisi dimana kita berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Namun, apakah kesuksesan setiap orang bisa diukur dengan tolok ukur yang sama? Apakah sukses melulu soal kekayaan, karir maupun profesi? Tentu tidak bukan? Setiap orang memiliki standar kesuksesan masing-masing yang mungkin berbeda dengan yang lainnya. Tentu anda juga punya pandangan tersendiri tentang kesuksesan. Namun tahukah anda kesuksesan sejati yang hanya sebagian orang menyadari? Berikut ulasan tentang kesuksesan dan beberapa cara untuk mencapai kesuksesan tersebut.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sukses berarti berhasil atau beruntung, sedangkan kata kesuksesan bermakna keberhasilan atau keberuntungan. Jadi bisa dianggap bahwa sukses adalah keberhasilan dalam mencapai tujuan tertentu. Setiap personal tentu memiliki tujuan yang berbeda dalam hidupnya, jadi sampai saat ini belum ada tolok ukur tertentu seseorang bisa dikatakan telah sukses. Kesuksesan bisa jadi berbeda tergantung dari sudut pandang sesorang, misal seorang petani yang sudah bertahun-tahun bekerja di sawah sampai saat ini masih tetap menjadi petani saja, apakah hal itu menandakan bahwa ia tidak sukses karena hanya bertani saja? Tentu tidak bukan? Bahkan seorang petani juga memiliki standar kesuksesan tersendiri. Misal, tahun ini bisa panen 3 kali, maka tahun depan berusaha untuk bisa panen 4 kali. Meskipun jika tahun depan ia tidak bisa memanen sebanyak 4 kali, bukan berarti ia tidak sukses. Bukankah bisa menghasilkan padi yang baik dan akhirnya bisa menjadi konsumsi pokok sehari-hari adalah suatu kesuksesan? Seorang pedagang juga, apabila ia telah lama berdagang dan tokonya tetap saja kecil, sama seperti saat ia mulai berdagang, apakah yang demikian bisa kita sebut bahwa pedagang tersebut gagal? Tentu tidak, bisa jadi tujuannya berdagang bukan hanya demi mendapatkan materi semata-mata, namun bisa memberi kehidupan yang layak bagi keluarganya sudah cukup baginya. Hal tersebut juga bisa dikatakan bahwa ia telah mencapai dan menikmati kesuksesannya sendiri.
Namun di era saat ini, kesuksesan seolah-olah sudah memiliki ukuran tersendiri. Berprofesi sebagai bos di perusahaan besar, punya rumah mewah, pergi kemana-mana mengendarai kendaraan pribadi dan lain sebagainya baru dianggap sukses. Apabila sukses hanya dilihat dari kacamata dunia yang penuh hegemoni ini tentu orang yang memiliki itu semua dianggap sukses, karena memang jalan yang ditempuh untuk menggapai itu semua juga berat. Namun, sukses tidak melulu tentang materi, pekerjaan maupun jabatan. Sukses tak melulu tentang dunia, yang semua orang seolah-olah berusaha mendapatkannya. Di luar itu semua, ada kesuksesan sejati yang hanya sebagian orang menyadarinya, sukses akhirat. Bagi mayoritas umat muslim di dunia, kesuksesan terbesarnya adalah menggapai ridho-Nya di surga kelak. Mencapai hal tersebut tentu juga bukan hal mudah, namun sifat Rahman dan Rahiim-Nya Allah membuat semuanya menjadi mudah. Seorang pemuda sebatang kara, miskin, tak memiliki apa-apa juga mempunyai cara tersendiri untuk menggapai ridho-Nya. Ia bisa tinggal di Masjid ataupun Musholla, berprofesi sebagai mu’adzin, membersihkan masjid, tentu ia memiliki kebahagiaan tersendiri melakukan itu semua. Mungkin ada beberapa komentar dari orang lain kalau ia hanya pemuda masjid yang pengangguran. Namun, terserah kata oranglah itu semua tidak berarti karena baginya kesuksesan dan kebahagiaan sejati terletak pada surga-Nya. Seorang penjual sayur, yang sehari-hari berkeliling dari desa ke desa untuk menjajakan dagangannya. Mungkin penghasilannya tidak seberapa, namun apabila hal tersebut bermanfaat bagi orang lain tentu ia merasakan kesuksesan tersendiri. Menghidupi keluarganya dengan hasil keringat sendiri, serta mengantarkan sayuran untuk makanan sehari-hari warga sekitar pasti adalah hal yang mungkin orang anggap biasa, karena hanya para pencari kebahagiaan sejatilah yang mengetahui bahwa orang tersebut sudah mencapai titik suksesnya.
Pada akhirnya kesuksesan adalah hal yang orang rasakan ketika ia bisa tersenyum bahagia karena telah mencapainya. Buat apa kekayaan berlimpah, mobil mewah, apabila orang yang memilikinya tak merasakan bahagia. Kesuksesan sejati adalah kebahagian yang didapat. Dan kesuksesan sejati harus kita gapai dengan keringat dan air mata. Tak dipungkiri kita harus mencapai kesuksesan di dunia, karena kita hidup di dalamnya. Namun kita juga tak boleh melupakan kebahagiaan hakiki yang harus kita gapai demi mendapat rahmat-Nya. Dan sungguh berbahagialah seseorang yang bisa mendapat keduanya. Dihormati dan dicintai di dunia, serta mendapat surga-Nya di akhirat kelak. Semoga kita termasuk di dalamnya.
*dimuat dalam antologi "Sukses Terbesar dalam Hidup" yang diterbitkan oleh Aria Mandiri Publisher
*dimuat dalam antologi "Sukses Terbesar dalam Hidup" yang diterbitkan oleh Aria Mandiri Publisher


