Tentang Senyuman

Salam. Rabu kedua bulan Januari.
Sudah hampir 2 minggu 2015 pergi, di 13 hari yang terlewati ini, banyak hal telah terjadi. 

Kau tau? Mungkin seulas senyummu sudah cukup untuk menenangkan hatiku.
Kau tau? Berbagi harapan denganmu adalah suatu hal yang aku selalu aku tunggu.
Kau tau? Meskipun terkadang harapan yang selalu kita semogakan tak pernah bertemu, aku tetap ingin selalu melihatmu tersenyum.

Meski ratusan hari telah lewat. Senyummu tetap yang paling kutunggu. 
Meski harus saling mengikhlaskan. Mungkin untuk saat ini. Namamu masih terus mengalir dalam doa-doaku. Semoga senantiasa dalam perlindunganNya. Hingga waktu memberi jawaban pasti. 

Dan saat itu tiba, kuharap senyummu masih sama. Meski bukan lagi untukku :')

Penghujung malam, rabu kedua bulan Januari
- ARH-

Stay Health!


Salam. . .
"Siapapun dirimu yang membaca tulisan ini, semoga Allah senantiasa memberikan nikmat sehatnya padamu juga padaku agar bisa terus menulis."

Malam ini masih kamis pertama di 2016, pun juga masih kamis pertama di bulan Januari, bulan pembuka di tiap tahunnya. Meskipun sekarang kamis pertama, ini sudah hari ketujuh di bulan ini. Sudahkah ada perubahan yang berarti, setelah di penghujung tahun kemarin berlomba-lomba membuat resolusi? Semoga sudah. Meskipun hanya bait-bait kecil. Jikapun belum, janganlah patah asa, tetaplah berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Untukmu dan untuk orang yang akan mendampingimu kelak. Juga untuk seluruh semesta.

Hari ini, masih sama. Surabaya masih tetap panas meskipun terkadang hujan turun sesekali. Meskipun ujian semester yang Insya Allah terakhir sudah berlalu tadi siang, namun semangat belajar tetap tak boleh turun. Masih banyak hal yang perlu dipelajari. Di sekolah sebenarnya, maupun di 'sekolah' kehidupan yang lebih nyata. Bukankah kewajiban menuntut ilmu baru berakhir setelah kehidupan dunia berakhir? 

Lelah? Itu wajar. Justru lelah adalah bukti bahwa kamu sedang berjuang bukan? Percayalah, proses takkan mengkhianati hasil. Pun jika hasil belum sesuai dengan yang diharapkan? Itu tandanya kita masih perlu banyak belajar sabar. Dan tetap jangan lupa untuk selalu bersyukur, jika hasilnya memuaskan. 

Semoga detik-detik yang akan dilewati di masa depan. Bisa lebih bermanfaat. Bisa membuat kita lebih menghargai hidup. Mensyukuri semua keadaan. Dan menjadi orang yang tidak mudah mengeluh.

Kamis pertama bulan Januari, 23:55
ARH