Being your Ladder - chp 2

 Langit sore tampak cerah. Semburat warna jingga hiasi angkasa, pertanda mentari akan segera kembali ke peraduannya. Dalam hati aku bersyukur, cuaca cerah tidak akan mengganggu perjalanan langit. Semoga selamat sampai tujuan, gumamku. 


Akhirnya aku tiba di kosan. Kuhempaskan tasku di atas meja dan kubaringkan tubuhku di atas kasur yg mulai menipis. Lelah. Ketika mata hendak terpejam, kulirik jam dinding menunjukkan pukul 16.55. Celaka! Aku teringat belum sholat ashar. Segera kuambil handuk dan menuju kamar mandi. Kran kuhidupkan dan kurasakan segarnya air yang mengalir. Segera aku mandi dan berwudhu untuk melaksanakan sholat. Selepas sholat, kuistiratkan tubuh sejenak sambil berzikir. Tak lama kemudian aku tertidur. 


***


"Allahu Akbar... Allahu Akbar.... "

Suara azan membangunkanku dari tidur. Aku segera bangun dan bersiap untuk sholat berjamaah. Selepas mengaji, kubuka laptopku. Aku teringat bahwa ada revisi yang belum kukerjakan. Kulihat kalender di dinding, angka yang kulingkari semakin mendekat. Ya, aku harus mengejar sidang bulan depan. Kalau tidak, terpaksa harus menambah satu semester lagi, dan tentunya itu tak boleh kulakukan. Teringat bahwa jatah beasiswaku tinggal semester ini saja, dan jika terpaksa harus lanjutpun aku tak yakin punya biaya. Beruntung aku punya partner penelitian yang baik. Dia selalu membantu dan mengajariku ketika ada hal yang tak kupahami. Aku benar-benar bersyukur masih diberi kesempatan bisa berkuliah dengan beasiswa dan bertemu dengan orang-orang yang hebat, serta masih punya orang tua yang selalu mendukung dan menyemangatiku. Demi mereka, aku harus lulus tahun ini! Tekadku dalam hati. 


Kubuka lembaran skripsiku. Masih ada beberapa variabel yang harus diuji ulang, dan aku masih kekurangan referensi. Kubuka link jurnal yang dikirim kawanku, setelahn mengetik beberapa kata dan mengklik tombol pencarian, berbagai jenis jurnal yang berhubungan dengan penelitianku muncul. Aku harus memfilternya. Semangat-semangat! Ucapku dalam hati. Tak terasa azan isya pun berkumandang. Kusimpan file-file yang kubutuhkan dan aku bergegas menuju masjid. Panggilan Allah lebih penting dari apapun. 


- to be continued...

#challengecomeback30november2020

Being your Ladder - chp 1

"Jika kau ingin meraih langit, maka kau harus berani untuk terbang. Kalau kau tetap tak berani, aku siap jadi tanggamu" 

***


Kupercepat laju motorku. Masih ada 2 tikungan lagi untuk tiba di tujuan, ditambah dengan waktu parkir, fix! Aku terlambat. 

"Pesawat dengan kode penerbangan Ai 202 akan segera berangkat. Penumpang yang masih berada di luar, harap segera menaiki pesawat" suara pengumuman terdengar dari speaker yang berada di ruang parkir. Setelah mengunci motorku, ku berlari ke ruang tunggu keberangkatan. Sialnya aku lupa, tanpa tiket aku tak bisa masuk. Beberapa petugas terlihat di pintu masuk. Aku berusaha menjelaskan bahwa urusan ini sangat penting, namun sia-sia saja. Mereka bahkan tak mengijinkanku bergerak barang selangkahpun melewati pintu masuk. Aku berencana untuk menerobos, namun sepertinya mereka tahu maksudku sehingga mereka tak melepas pandangannya dariku. Aku putus asa. Merutuk kenapa bisa-bisanya aku tak memprediksi kemacetan di jalan tadi. Jika saja aku berangkat lebih cepat, tentu aku masih punya kesempatan. Bunyi dari pengeras suara membuyarkan lamunanku. 
"Pesawat dengan kode penerbangan Ai 202 akan segera berangkat. Penumpang yang masih berada di luar harap segera menaiki pesawat"
"Gawat! " Aku benar-benar harus masuk. Ketika pandangan para petugas beralih, aku mengambil ancang-ancang untuk menerobos. Tiba-tiba... 
"Ting! "
Ponselku berbunyi. Ternyata ada pesan : 

" Aku sudah naik pesawat ya. Ni udah mau berangkat. Doakan ya semoga selamat sampai tujuan dan dimudahkan segala urusan. Jaga dirimu baik-baik sampai aku pulang :) 


Ps : tenang, tadi aku sempat liat kamu kok, lari-lari sampai mau berkelahi sama petugas. Hehe. Terimakasih ya udah nepatin janji

See U "

Segera kupencet tombol panggil. "Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan. Silahkan tinggalkan pesan anda setelah nada berikut.... Tut... Tut... Tut... "

"Baik-baik di negeri orang. Semoga Allah selalu menjagamu"

- to be continued... 


#challengecomeback28november2020