“Tanpa mimpi, orang-orang seperti kita akan mati” – Andrea Hirata, Sang Pemimpi.

Setiap orang pasti memiliki mimpi ataupun cita-cita dalam hidupnya, tak peduli seberapa besar atau kecil mimpi tersebut. Semuanya berhak untuk bermimpi, dan tentu saja semua juga berhak untuk menjadikannya nyata ataupun tidak. Betapa mimpi memberikan efek yang besar bagi sebagian orang. Dengan mimpi, seseorang jadi mempunyai tujuan dalam hidupnya, tujuan yang harus ia capai. Dan dengan mimpi pulalah, hidup akan terasa lebih menantang.

Namun pada kenyataan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Mimpi yang besar membutuhkan perjuangan yang besar pula. Tak jarang dari kita yang berhenti di tengah jalan hanya karena merasa tak sangggup untuk menggapai mimpinya. Dan kala itu terjadi, seseorang bisa menjadi malas bahkan untuk melakukan aktivitas lainnya. Seharusnya, mimpimulah yang membuatmu kuat, yang membuatmu lebih semangat dalam melakukan aktivitas apapun demi mewujudkan mimpi tersebut.

Kita sendiri yang lebih tau apa potensi yang ada dalam diri kita, dan kita pula yang lebih tau seberapa besar kemampuan kita. Bermimpilah setinggi langit. Kita bebas memiliki mimpi sebesar apapun. Namun usaha kita juga harus berbanding lurus dengan besarnya mimpi kita, jika kita ingin mereka terwujud. Tak mungkin kan, jika kita bermimpi menjadi pemain sepak bola profesional, namun tak pernah berlatih. Begitu juga jika kita ingin menjadi penulis hebat, yang karya-karyanya selalu best seller, namun malas membaca dan jarang berlatih menulis, tentu akan sangat sulit untuk mewujudkannya. Maka dari itu kita harus berjuang agar mimpi kita tak hanya menjadi mimpi belaka. Pun jika nantinya hasilnya tak sesuai, setidaknya kita sudah berusaha. Sungguh perjuangan dalam meraih mimpi itu sendirilah yang membuat mimpimu lebih berwarna, yang membuat mimpimu lebih indah jika ia tercapai kelak.

Masing-masing pribadi juga memiliki cara-cara yang berbeda dalam mewujudkan mimpinya. Namun kebanyakan setelah menuliskan target apa yang ingin ia capai, maka ia akan menuliskan tahap-tahap yang akan ia lakukan untuk memudahkan pencapaiannya. Bagi penulis, blog ini merupakan salah satu sarana latihan untuk mengasah kemampuan baik menulis maupun desain web. Maka dari itu terus dilakukan perbaikan demi perbaikan yang bertujuan untuk membuat tampilan blog lebih enak dilihat dan konten-konten yang mudah dibaca. Selain itu juga untuk mengetahui seberapa banyak penulis bisa berkembang melalui blog ini. Harapan ke depannya blog ini bisa menampilkan konten-konten yang bermanfaat bagi pembaca maupun bagi penulis sendiri.

Marilah berjuang untuk menggapai mimpi masing-masing. Agar kita tak menyesal di kemudian hari jika tak bisa mewujudkannya karena kita suka bermalas-malasan. Ganbatte!

Salam...



­-ARH


Salam
Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dikarenakan tampilan blog yang selalu berubah-ubah. Penulis masih berusaha melakukan perubahan tampilan agar blog semakin baik ke depannya. Terimakasih atas perhatiannya. Always stay tune!
-Admin, ARH

Salam. Rabu kedua bulan Januari.
Sudah hampir 2 minggu 2015 pergi, di 13 hari yang terlewati ini, banyak hal telah terjadi. 

Kau tau? Mungkin seulas senyummu sudah cukup untuk menenangkan hatiku.
Kau tau? Berbagi harapan denganmu adalah suatu hal yang aku selalu aku tunggu.
Kau tau? Meskipun terkadang harapan yang selalu kita semogakan tak pernah bertemu, aku tetap ingin selalu melihatmu tersenyum.

Meski ratusan hari telah lewat. Senyummu tetap yang paling kutunggu. 
Meski harus saling mengikhlaskan. Mungkin untuk saat ini. Namamu masih terus mengalir dalam doa-doaku. Semoga senantiasa dalam perlindunganNya. Hingga waktu memberi jawaban pasti. 

Dan saat itu tiba, kuharap senyummu masih sama. Meski bukan lagi untukku :')

Penghujung malam, rabu kedua bulan Januari
- ARH-


Salam. . .
"Siapapun dirimu yang membaca tulisan ini, semoga Allah senantiasa memberikan nikmat sehatnya padamu juga padaku agar bisa terus menulis."

Malam ini masih kamis pertama di 2016, pun juga masih kamis pertama di bulan Januari, bulan pembuka di tiap tahunnya. Meskipun sekarang kamis pertama, ini sudah hari ketujuh di bulan ini. Sudahkah ada perubahan yang berarti, setelah di penghujung tahun kemarin berlomba-lomba membuat resolusi? Semoga sudah. Meskipun hanya bait-bait kecil. Jikapun belum, janganlah patah asa, tetaplah berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Untukmu dan untuk orang yang akan mendampingimu kelak. Juga untuk seluruh semesta.

Hari ini, masih sama. Surabaya masih tetap panas meskipun terkadang hujan turun sesekali. Meskipun ujian semester yang Insya Allah terakhir sudah berlalu tadi siang, namun semangat belajar tetap tak boleh turun. Masih banyak hal yang perlu dipelajari. Di sekolah sebenarnya, maupun di 'sekolah' kehidupan yang lebih nyata. Bukankah kewajiban menuntut ilmu baru berakhir setelah kehidupan dunia berakhir? 

Lelah? Itu wajar. Justru lelah adalah bukti bahwa kamu sedang berjuang bukan? Percayalah, proses takkan mengkhianati hasil. Pun jika hasil belum sesuai dengan yang diharapkan? Itu tandanya kita masih perlu banyak belajar sabar. Dan tetap jangan lupa untuk selalu bersyukur, jika hasilnya memuaskan. 

Semoga detik-detik yang akan dilewati di masa depan. Bisa lebih bermanfaat. Bisa membuat kita lebih menghargai hidup. Mensyukuri semua keadaan. Dan menjadi orang yang tidak mudah mengeluh.

Kamis pertama bulan Januari, 23:55
ARH