jika kau ingin berbuat salah, jangan kau egois menyebut dirimu salah...
tapi berusahalah untuk berbuat baik demi nama anak ibumu,, anak yang di kandung oleh ibumu tidak akan pernah dengan sengaja melakukan kesalahan, akan tetpi ia akan terus selalu berusaha berbuat baik demi menjaga nama anak dari ibunya, jangan pernah kau takut melakukan sesuatu yang baru, dan jangan kau akukan itu atas namamu sendiri, tapi bawalah nama "Anak Ibumu"
Allah menciptakan semua yang ada di dunia ini berpasang2an...
laki2 dan perempuan, siang dan malam, bumi dan langit, panas dan dingin, pertemuan dan perpisahan,,,
pertanyaan nya adalah... mengapa kita harus berjumpa? walau akhirnya di pisahkan? jwabannya simpel... ya itu, semua nya telah di ciptakan berpasang2 an... perlu di ketahui bhwa pertemuan tidak pernah kita rencanakan, begitu juga dengn perpisahan tidak pernah kita dengan sengaja merencanakan perpisahan... oleh karena itu,, kita harus bisa memanfa'atkan momen2 di kala kita masih bisa bersama..
ada stu pepatah " bukan perpisahan yang aku tangisi, tapi pertemuan yang aku sesali"...
apakah kita menangis sewaktu berpisah??? mungkin...
apakah kita menyesal sewaktu bertemu??? aku yakin tidak...
jadi marilah kita saling bersama dalam ukhuwah yang mudah2an di ridhoi oleh-Nya, Aaaaaaamiiiiinnn...

semua yang terjadi dalam hidup manusia adalah salah satu rangkaian yang telah di tetapkan sejak dahuluuu kala, tertulis rapi dalam lauhul mahfudz, kita sebagai manusia di tuntut untuk terus berikhtiar dan tentu saja berdo'a... jadi aku, kamu dan kita semua d pertemukan di sebuah tempat dengan nasib dan tujuan yang sama merupakan salah satu dari potongan mozaik kehidupan kita, maka dari itu,, jangan pernah menyesali pertemuan kita walaupun suatu saat jasad kita terpisah, hati kita, pikiran kita tetap bersama... Jika kau mendapat masalah jangan pernah kau menganggap dirimu hanya sendiri masih ada kita2 disini yang Insya Allah siap membantumu...
Sahabatku, semoga ikatan ukhuwah kita tetap terjaga... walau terhalang badai dan peristiwa....
salam ukhuwah... ^_^

miss u CSS MoRA UA 2011
Seorang pemuda, seorang mahasiswa di salah satun universitas, sedang berjalan-jalan dengan seorang profesor, yang biasanya disebut sebagai "teman mahasiswa, karena begitu akrabnya dengan mahasiswa.
ketika mereka pergi bersama, mereka melihat sepasang sepatu tua tergeletak di tepi jalan. mereka menduga  bahwa sepatu itu milikseorang miskin yang sedang bekerja di sebuah ladang di dekatnya.
mahasiswa itu menoleh kepada sang profesor, dan berkata " mari kita sembuyikan sepatu ini, dan kita sembunyi di balik semak-semak itu, lalu kita menunggu untuk melihat kebingungannya ketika ia tdak dapat menemukan sepatunya."
" sahabat mudaku." jawab sang profesor, "kita tidak boleh menghibur diri kita dengan mengorbankan orang lain. Anda orang mampu, dan bisa memberikan pada diri sendiri kesenangan yang lebih besar melalui orang miskin. Lebih baik masukkan beberapa uang kertas ke dalam sepatu itu. lalu kita sembunyi di semak-semak itu dan melihat bagaimana penemuan itu berpengaruh terhadapnya".
Mahasiswa itu setuju dan melakukannya. kemudian mereka bersembunyi di baliksemak-semak, menunggu reaksi orang miskin tersebut.
sesaat kemudian lelaki miskin itu datang dan memakai sepatunya. tetapi ia merasa ada yang mengganjal di dalam sepatu nya. karena merasa tidak seperti biasanya, ia membuka sepatunya tersebut dan melihat ada beberapa lembar uang didalamnya. ia melihat ke sekeliling, terasa sunyi senyap tak seorang pun terlihat. kemudian ia memasukkan uang tersebut ke sakunya. Dia semakin kaget ketika ia memakai sepatunya yang satu lagi dan menemukan uang jga di dalamnya.
segala perasaan meliputi dirinya saat itu, ia langsung sujud bersyukur kepada Sang Pemberi Rizki, melalui tangan yang ia tak ktahui siapa. dia berbicara sendiri akhirnya ia mendapat uang untuk mengobati istrinya yang sakit di rumah dan untuk membeli makanan buat anak-anaknya. Maha Pemurah Allah, yang telah memberi rizki dengan jalan yang tidak pernah ia duga. kemudian ia segera pulang menemui istri dan anaknya.

mahasiswa ituberdiri dengn perasaan iba dan mata berkaca-kaca. " sekarang " profesor berkata, " tidakkah engkau merasa jauh lebih bahagia daripada engkau mempermainkan nya seperti niat engkau sebelumnya??"

mahasiswa itu menjawab, " anda telah mengajari saya suatu hal yang tak kan pernah saya lupakan. sekarang saya memahami kebenaran kata-kata yang tak pernah saya mengerti sebelumnya."