Oh Ibu
Senyummu menjadi semangatku
Do'amu selalu iringi langkahku
Pesanmu akan ku ingat selalu
Tuk menjadi anak yang berguna
Bagimu dan sekelilingku
Oh Ibu
Menyayangiku sepanjang waktu
Tak kenal lelah dan tak pernah mengeluh
Mendidikku hingga ku dewasa
Kini waktuku tuk abdikan diriku
Semuanya untukmu Ibu
Jika ku bisa
Melukis di atas langit
Pasti kan dirimu yang tertulis di sana
Jika ditanya
Siapa yang terhebat
Pasti kan ku jawab itu dirimu
Do'akan selalu anakmu disini
Yang tengah merantau
Untuk membahagiakanmu
Do'aku pun selalu
Ku lantunkan untukmu
Dan terima kasihku
Untukmu Ibu
Bedug subuh telah berbunyi
Fajar menyingsing diiringi sahutan ayam
Para perantau mulai beranjak
Tinggalkan tanah kelahiran
Bukan suatu yang mudah
Namun panggilan hati dan semangat diri
Serta teman sejati
Yang membuat kami bertahan disini
Selalu ada ruang untuk pulang
Meski bukan ke rumah sendiri
Rumah memang tidak terganti
Namun rindu ini bisa terobati
Tak selalu tempat pulang itu rumah
Selama kau punya teman
Yang menerimamu apa adanya
Selama itu pula
Kau punya tempat untuk kembali
Mendung mengepung
Hingga tak terlihat senyumnya mentari
Yang biasa sambut ku
Lalui hari cerahku
Kicauan burungpun tak terdengar
Seolah semua menghilang
Tinggalkanku dalam kesunyian ini
Sepi . . .
Dan bayangan tentang kalian pun hadir
Menari-nari di alam khayalku
Berputar-putar kelilingi ruang pikirku
Sadarkanku
Bahwa ku tak pernah benar-benar sendirian
Raih tanganku sobat
Ku tau ku bisa lalui semua ini
Bersama kalian
Tetap genggang erat tanganku
Temani ku tuk hadapi hidup ini
Hingga mentari tersenyum padaku lagi

