Being Your Ladder - Chp 4

"Pagi pak! " Ucapku kepada pak Ridwan. Satpam fakultas itu menjawab sambil tersenyum. 

"Pagi juga le...". 

" Udah makan sarapan belum pak? Ini saya bawakan nasi bungkus " Tanyaku sambil menyerahkan bungkusan plastik berisi nasi dan teh hangat itu. Aku sengaja beli dua bungkus di warung dekat kosan tadi. Satu untukku, satu lagi untuk sedekah. Ayahku selalu bilang untuk senantiasa membiasakan sedekah walau hanya dengan segelas air putih. "Jumlahnya tak penting, yang penting niat kita " Kata ayah. Pagi ini rejekinya pak Ridwan, orang yang selalu menjaga keamanan dan ketertiban di fakultasku. Pak Ridwan juga sosok yang kukagumi. Di umurnya yang sudah tak muda lagi, ia masih tetap istiqomah untuk datang paling pagi demi membuka gerbang untuk para mahasiswa dan dosen. 

"Waduh. Kok malah repot-repot le... Bapak sudah ngopi kok barusan, emang belum makan nasi sih... Makasi banyak ya Lee... Semoga sehat selalu" Ucap Pak Ridwan. 

"Aamiin... Gak baik lo pak minum kopi sebelum sarapan entar malah sakit lambung lo... " Candaku. Beliau hanya tersenyum. 

"Saya masuk dulu ya pak" Ucapku sembari memasukkan sepeda motorku keparkiran. Sebelum naik ke lantai 3 ( laboratorium tempatku melakukan penelitian) kusempatkan singgah ke musholla untuk sholat dhuha.

***

"Hmm, variabel ini harus diulangi setidaknya 3 kali lagi, untuk mengetahui hasil yang lebih spesifik. Jika kita menggunakan 3 pereaksi berbeda maka kita butuh waktu 9 hari paling cepat untuk tahu hasilnya. Itupun jika tidak bermasalah" Jelas Reza, rekan skripsiku. 9 hari bukan masalah besar batinku. Namun ada hal yang masih mengganjal, 


"Baiklah aku sudah tahu gambarannya. Namun sepertinya masalah kita ada di sampel. Aku tak yakin kita punya cukup sampel untuk melakukan 9 kali pengulangan. Bagaimana menurutmu? " Tanyaku. 

"Iya juga sih. Kemarin setelah kucek sampel kita hanya bisa untuk 5 kali percobaan lagi. Kalau harus pesan lagi, kita harus nunggu 3 bulan nih baru sampelnya sampai". Kami berdua berpikir keras, berusaha untuk mencari solusi yang tepat untuk permasalahan kami. Kalau harus menunggu 3 bulan untuk sampel yang baru, kami tak akan sempat untuk mendaftar sidang tahun ini. Artinya masih harus nambah satu semester lagi. Dan tentunya itu sangat tidak mungkin bagi kami. Kalau harus mengurangi percobaan, belum tentu hasilnya bagus. Kalau ganti variabel, maka harus mengulang lagi dari awal. " Pusing!!! "

Di tengah kebingungan kami, Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam laboratorium dan ikut nimbrung dengan obrolan kami. Setelah mendengar permasalahan kami beliau berkata,...


-to be continued.... 


#challengecomeback14desember2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar