Menulis! Buat seluruh Santri Indonesia


            Menulis.. hmm.. siapa yang tidak tahu arti menulis? Kebanyakan dari kita mungkin sudah mengetahuinya. Yaa, menulis ialah salah satu cara mengekspresikan isi pikiran kita ke dalam bentuk tulisan. Sebenarnya ada 3 hal yang sangat berkaitan dalam hal tulis-menulis ini. apa saja itu?? Kita akan bahas satu persatu.
1. Berfikir (Thinking)
            Berfikir merupakan salah satu hal yang sangat berkaitan dengan menulis. Mengapa demikian? Karena dari berpikirlah kita dapat menulis sesuatu. Kebanyakan dari orang-orang hebat yang terkenal di seluruh dunia, memiliki pola pikir yang sangat hebat. Sehingga apabila diaplikasikan ke dalam bentuk tulisan yang akan dibaca banyak orang tentunya pemikiran tersebut sangat bermanfaat. Tentunya, pemikiran yang baik-baik loh ya J.
2. Berbicara (Speaking)
            Yang kedua yang sangat berhubungan dengan dunia tulis menulis adalah berbicara. Berbicara merupakan cara yang paling terlihat dalam mengekspresikan tulisan-tulisan kita. Karena apabila seseorang itu menulis, tentunya ia lebih bisa berbicara tentang isi dari tulisannya tersebut. meskipun banyak dari orang-orang yang menulis, sulit untuk mengungkapkan tulisannya karena rasa percaya diri yang kurang mungkin. Begitu juga sebaliknya, banyak juga dari pembicara-pembicara, orator-orator hebat, sulit untuk menuliskan apa yang ia bicarakan, hal ini mungkin disebabkan oleh pemilihan kata dan tata bahasa yang sulit.
3. Menulis (Writing)
            Yaa, yang tak kalah pentingnya juga, menulis itu sendiri. Karena apabila kita sudah memiliki pemikiran yang baik, yang kemudian diaplikasikan dengan cara berpidato, maupun berbicara di tempat-tempat umum, kemudian yang terakhir kita tinggal menuangkan nya dalam bentuk tulisan. Mudah bukan?? Apa yang kita pikirkan, apa yang kita bicarakan, tinggal kita tuliskan.

            Tiga hal diatas tentunya sangat berkaitan apabila seseorang ingin menjadi seorang pemikir, pembicara, maupun penulis yang hebat. Tinggal mengaitkan hal yang satu dengan hal lainnya. Diawali dengan pidato dalam diam atau pidato untuk diri sendiri (berpikir), kemudian pidato ke orang banyak, dengan menyampaikan hal yang telah dipikirkan sebelumnya, dan terakhir, berpidato di atas kertas, agar semua orang bisa membacanya.
            Selaku santri salafiyah yang biasanya identik dengan kaum sarungan dan berkopiah, dengan referensi bacaan kitab-kitab kuning yang sudah dikuasai luar kepala. WOW! Hebat bukan?!. Tidak menutup kemungkinan untuk menulis, bahkan mungkin banyak pemikiran-pemikiran yang muncul dari hasil belajar dari kitab-kitab tersebut, dan bisa dituangkan ke dalam bentuk tulisan yang bisa diterima masyarakat luas. Lebih-lebih lagi yang dipelajari itu adalah ilmu agama, tentu akan sangat berguna dan akan menjadi ilmu yang bermanfaat yang akan membantu ketika sudah tidak bisa melakukan amal-amal lainnya lagi (meninggal, red).
            Begitu juga dengan santri-santri yang berada di pondok-pondok modern, dengan modal buku-buku bacaan yang tidak hanya ilmu agama saja, bahkan ilmu-ilmu Sains, Teknologi, Informasi, kedokteran, kesehatan dan lain sebaginya. Juga didukung oleh kegiatan-kegiatan seperti Muhadhoroh, lomba-lomba pidato, maka santri-santri sudah lihai dalam masalah berbicara di depan public. Dan sungguh sangat bagus sekali juga, apabila para pembicara-pembicara dari kalangan santri tersebut bisa menuliskan apa-apa yang ia bicarakan di hadapan podium tersebut.
            Kebanyakan dari orang-orang khususnya para santri, mengalami kesulitan untuk memulai menulis. Banyak kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut. Misalnya, tidak mengetahui apa yang akan ditulis, sulit dalam hal pemilihan kata yang tepat, juga tidak ada motivasi dalam menulis. Sebenarnya cukup mudah untuk mengatasi itu semua, yang penting kuncinya adalah kemauan. Seperti sebuah pepatah “dimana ada kemauan, disitu ada jalan”. Apabila seseorang sudah memiliki kemauan yang kuat akan sesuatu hal, pasti ia akan berusaha untuk mewujudkan hal yang dia inginkan tersebut. Untuk masalah yang tidak tahu apa yang akan ditulis, sebenarnya simple sih. Banyak hal yang bisa ditulis di dunia ini. misalnya kita melihat sesuatu hal ataupun kejadian, bisa kita jadikan tulisan. Kemudian apabila kita mendengar ceramah-ceramah kita bisa mengambil intisarinya dan menulisnya. Bahkan, yang lebih mudah kita menuliskan hal-ha; yang kita alami sendiri. Mudah bukan?! Tinggal menulis, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita rasakan, apa yang kita dapat dan apa yang kita alami. Kemudian tinggal banyak membaca dan belajar lagi untuk pemilihan kata yang bagus dan menarik untuk dibaca.
            Dan yang terpenting juga ialah menulis berdasarkan fakta. Karena apabila kita menbulis hal yang tidak sesuai dengan kebenarannya, sama saja kita dengan membohongi publik. Dan yang lebih bahaya lagi apabila tulisan tersebut dibaca oleh banyak orang dan orang terpengaruh ataupun percaya dengan kebohongan dalam tulisan tersebut, pastinya kita, sang penulis akan mendapat dosa yang besar karena telah membohongi banyak orang. Maka dari itu, kita selaku santri diharapkan untuk menulis hal-hal yang sesuai dengan faktanya.
            Nah.. sekarang sudah tau kan? Menulis itu gimana. Ayo mulai sekarang kita menulis, ga ada kata terlambat kok. Terserah teman-teman mau menulis apa. Mau puisi, cerpen, opini, essai, berita bahkan novel mungkin. Mulai dari yang dasar dulu terus meningkat dan terus meningkat sampai akhirnya kamu jadi penulis hebat.
Ayo menulis J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar