Long weekend masuk kategori waktu
yang pas buat liburan. Sekedar untuk refreshing dari aktivitas harian yang
tiada habisnya. Biasanya buat mahasiswa yang merindukan rumah memanfaatkan long
weekend ini untuk pulang kampung, bertemu dengan keluarga dan menikmati masakan
rumah yang lama tidak dirasakan. Namun, bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki
jiwa petualang, biasanya menghabiskan waktu untuk liburan bersama. Entah itu ke
puncak, pantai, dan lain sebagainya. Hitung-hitung sebagai pengganti kangen
bagi yang ga bisa pulang.
Tentunya kita selaku traveler yang bijak, gak mau dong
pelajaran kita hanya menyisakan lelah saja. Kita juga harus mengambil pelajaran
dari perjalanan tersebut, karena sejatinya “Selalu
ada pelajaran, di setiap perjalanan”. nah, harapannya tentu untuk membuat
kita menjadi sosok yang lebih baik lagi. Untuk itu, penulis ingin membagikan
sedikit pelajaran yang ia dapat selama perjalanan singkat bersama teman-temannya dua hari ini.
Pertama
: Kesabaran
Bagi
mahasiswa-mahasiswa yang ingin liburan bareng tentunya harus berangkat sesuai
kesepakatan agar bisa menikmati perjalanan dengan baik. Namun terkadang, sangat
sulit untuk berangkat tepat waktu, sehingga bagi yang datang duluan harus
bersabar menunggu temannya yang belum datang. Lebih baik lagi kalau datangnya
tepat waktu semua.
Hal
ini juga berlaku ketika kita makan di warung (biasanya tempat makan yang
menggunakan menu) di sela-sela perjalanan. Dengan anggota yang tidak sedikit,
tentunya kita harus bisa bersabar atau mengalah untuk dapat bagian akhir dan
mendahulukan orang lain. Nah, hal ini berhubungan dengan satu ayat alQur’an
yang berbunyi “Innallaha ma’as shoobiriin”.
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Karena telah bersabar
menunggu, dapat bagian terakhir tidak buruk juga. Bisa dapat lebih biasanya. Tapi
kalau kehabisan ya lain lagi urusannya. Pesan lagi aja :D
Kedua
: Renungan
Melihat
gulungan ombak di pantai mengingatkan kita pada tragedi 9 tahun silam di
provinsi kelahiran penulis, Aceh. 26 januari 2004 tsunami menyapu bersih sebagian
daratan disana. Ketika bebatuan dan karang menabrak kaki, sehingga membuat luka
goresan. penulis jadi berpikir, gimana rasanya mereka ya, yang dibawa ombak bukan
hanya batu dan karang saja. Tapi motor, mobil, rumah, dan lain-lain. Tak heran
banyak korban yang berjatuhan. Semoga amal ibadah mereka di terima di sisi-Nya,
Aamiin.
Ketiga
: Memahami
Sebenarnya
ini tentang koordinasi, bagi mahasiswa yang liburan bareng biasanya memiliki PJ
atau penanggung jawab. Namun, tetap saja tidak semua mahasiswa memiliki
pemikiran yang sama. Jadi ya harus saling memahami aja biar tidak terjadi
masalah. Karena tujuan liburan kan buat senang-senang bareng dan mengurangi
masalah. Bukan menambah masalah :D
Sebenarnya masih banyak sih yang
pengen ditulis. Tapi berhubung penulis menulis ini dengan sisa-sisa tenaga
kemarin jadi dilanjutkan di lain kesempatan saja. Penulis juga manusia yang
butuh istirahat :D . Intinya, setiap orang memiliki perjalanan masing-masing
dan setiap dari mereka pasti bisa mengambil pelajaran-pelajaran yang berbeda
dari setiap perjalanan masing-masing. Yang jelas bagi penulis setiap liburan bersama
itu pasti menyenangkan. Dua hari kemarin juga menyenangkan, semoga sebelum
pulang kampung bisa kesana sekali lagi.
Maret tahun ini ditutup dengan
indah. Semoga selanjutnya juga iya. selamat datang April, semoga bersahabat J.
Selamat
beristirahat.


Ciyee yang dari goa cinaa :D
BalasHapuskapan2 ayo melu mber hehe :D
Hapus