Ini Makanan Daerahku? Daerahmu?

                Bicara tentang makanan tentu tak ada habisnya. Makanan memiliki jenis dan model yang sangat beragam. Dimulai dari makanan tradisional seperti makanan khas daerah sampai makanan western (baca:cepat saji/fast food). Mulai dari gorengan sampai bungkusan. Makanan memang sangat berhubungan dengan makhluk hidup, karena makhluk hidup membutuhkan makanan (semua juga tau). Cukup basa-basinya sekarang saya mau cerita sedikit tentang beberapa makanan khas daerah saya di Takengon, Aceh Tengah sana.

                Ceritanya ini pas ramadhan tahun kemarin saya pulang kampung, dan ini nih menu buka puasa perdana saya setelah dua tahun puasa di negeri orang (di rantau maksudnya). Tentunya kangen banget karena udah lama gak nyicipin masakan Ibu. Makanya pas itu Ibu masak banyak (biasanya juga banyak kok) tapi ini spesial :D.

1.       Depik
Depik merupakan ikan khas dari danu Lut Tawar (danau Lut Tawar ini merupakan danau yang terkenal keindahannya yang letaknya di dataran tinggi Gayo sana, tempat kelahiranku. Kalo penasaran indahnya gimana googling aja, atau liat langsung kesana kalau gak percaya, di lain waktu akan saya ceritakan). Ikan depik ini berbentuk kecil-kecil kira-kira seukuran jari. Dan istimewanya lagi ikan Depik ini Cuma ada di danau Lut Tawar saja lo. Kalau di Surabaya sini kira-kira bentuknya sama kayak wader. Nah, depik ini kalau digoreng kering rasanya Super! Tapi berhubung saya maniak sambel (baca:pedas) dan keluarga juga makanya disambel. Pokoknya enak deh, kalau pengen ngerasain pergi deh main-main ke Takengon. Sekalian singgah di rumahku. ;)



2.       Tarup Jipang (Daun Jipang)
Ini sebenarnya bukan makanan khas daerah sih, soalnya di Jawa juga ada (tapi belum pernah ketemu). Ini sayur kesukaan saya, bukan kesukaan orang banyak. Soal rasa ga usah tanya lagi. Kamu akan tahu kalau merasakannya sendiri. Kalau di tv sih katanya “lidah gak bisa bohong”. Kalau ada yang bilang ini gak enak, harap temui saya.



3.       Cecah angur
Cecah angur ini merupakan sambal terlezat dan terpedas (tergantung berapa cabenya) yang pernah ada. Dulu pas mondok kalau pulang teman-teman pasti banyak yang bawa. Bukan bawa sambelnya, tapi bahan-bahannya. Cara buatnya gampang kok tinggal nyampurin bahan-bahannya aja terus di-ulek. Bahan-bahannya ini (yang simpel dan extra pedas) cabe rawit, garam, terasi (ini cecah biasa khas anak pesantren). Tapi lebih enak lagi kalau ditambahi terung angur (terong belanda) yang disini belum pernah saya jumpai.



Ya mungkin itu dulu deh, sebenarnya masih banyak yang lain. Tapi nulisnya males haha (alesan). Pokoknya diantara kalian yang main-main ke Takengon entar saya ajak wisata kuliner. Biar kalian tahu apa itu Brahrom, mi Cimis (mungkin sebagian udah tau), Gutel dan tak lupa pula kopi. Kopi gayo yang terkenal itu lo, kalo gak tau jangan ngaku-ngaku maniak kopi. Iwan fals aja ngomong kalo Kopi Gayo itu Top! (Fakta!). Yasudah sekian, lain kali kita bahas lagi. Wassalam 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar