Awal bulan atau tanggal muda
merupakan hal-hal yang dinanti-nanti untuk sebagian besar orang. Terutama bagi
pekerja yang notabene menerima gajian di awal bulan, hal ini tentu menjadi
salah satu kebahagiaan mereka saat itu. Namun, ada juga lo sebagian orang
terutama kalangan mahasiswa / anak kos (termaksud saya) justru malah
menghindari datangnya awal bulan (meski tidak mungkin). Mau tau sebabnya apa?
check it out!
Untuk
kalangan mahasiswa yang tinggal di kos (nge-kos) yang bayarnya bulanan, mungkin
ini adalah salah satu alasan mengapa tanggal muda menjadi bencana. Karena
tantangan sebenarnya justru disini. Anak kos, yang masuknya di awal bulan
biasanya mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan (meskipun tidak semuanya). Dikejar-kejar
bapak/ ibu kos untuk membayar. Meskipun tidak semua pemilik kos seperti itu.
Seperti pengalaman teman saya, meskipun sudah dekat dengan pemilik kos. Namun
tetap saja kalau sudah masalah ini, tak ada istilah dekat atau tidak. Tetap
saja harus membayar tepat waktu.
Emang
sih, selaku anak kos kita juga harus tahu diri. Saya yakin teman-teman
seperjuangan-kosan juga tau kok, kalau membayar kos itu adalah hal yang wajib
dan emang harus dilakukan karena kita emang tinggal disana. Namun kepada pemilik
kos juga diharapkan pengertiannya. Selaku anak kos, keadaan uang kami tidak
menentu. Kadang sedang ada, kadang juga tidak. Meskipun sebagiannya menerima
beasiswa atau sudah bekerja sambilan, juga belum tentu di awal bulan sudah
punya duit buat bayar kos. Intinya saling pengertian aja deh, yang anak kos ya
kalau bisa bayar tepat waktu ya tepat waktu. Kalau di awal bulan duitnya udah
ada ya langsung dibayar aja dulu, kalau emang ga ada keperluan yang mendesak
daripada duitnya habis buat hal yang sia-sia. Dan buat pemilik kos juga, kalau
anak kosnya belum bisa membayar ya jangan dipaksa dulu, mungkin saja dia belum
punya duit. Daripada dipaksa terus dia nekat mbongkar atm, atau merampok bank
kan bahaya! (abaikan)
Jadi
intinya di tanggal muda itu banyak kejadian yang bisa terjadi. Kadang bisa buat
orang seneng, kadang juga bisa buat orang merana. Yang seneng ya Alhamdulillah,
yang merana semoga cepat berkurang populasinya. Agar semua orang merasakan
kebahagiaan yang sama.
(sudah dulu, mau kabur
sebentar, belum bayar kos)
(ngilang)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar