Akhir-akhir
ini sering kali terjadi musibah di negeriku. Entah disebabkan oleh apa, yang
jelas banyak yang bisa kita ambil hikmahnya dari hal tersebut. Dan yang
kuyakini hingga saat ini, Dia pasti sudah mengatur semuanya di atas sana. Semua
yang terjadi di negeriku juga pasti sudah tertulis bertahun-tahun lamanya di lauh Mahfud sana. Termasuk yang
menimpaku dan beberapa teman kosku saat ini.
Yaa,
di awal tahun 2014 ini negeriku bak langganan oleh musibah-musibah yang tak
terduga. Mulai dari kebakaran, banjir, hingga letusan gunung merapi. Kebakaran
hutan yang menurut sebagian orang merupakan akibat dari pembakaran ilegal yang
terjadi di riau sana, menyebabkan kabut asap menyelimuti Sumatera baik itu di
Riau sendiri, Sumatera Barat, Sumatera Utara bahkan sampai juga di kampung
halamanku Aceh Tengah. Banjir di ibukota yang menyebabkan banyak dari
masyarakatnya kehilangan tempat tinggal karena harus mengungsi. Letusan gunung
merapi juga, dimulai dari Sinabung hingga yang baru-baru ini terjadi yaitu
Gunung Kelud. Dari keduanya banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dari
pemerintah karena rumah mereka yang rusak parah. Semoga saja, apa yang terjadi
bisa menjadi pelajaran bagi kami semua dan bagi yang kehilangan tempat tinggal
semoga diberi ketabahan dan kepedulian pemerintah.
Tak
lupa pula longsor di Wonosalam, Jombang, yang bahkan menimbulkan korban jiwa. Yaa,
tentunya kita harus yakin bahwa di balik semua ini pasti ada hikmahnya. Tak
perlu menyalahkan siapa-siapa. Kita hanya perlu introspeksi diri dan kalau bisa
membantu sesama yang sedang mengalami musibah bencana.
Sore
ini juga, Surabaya diguyur hujan dengan derasnya. Tepatnya ketika sholat Ashar
hujan dimulai. Karena hujan turun sangat deras, sebagian jama’ah sholat ashar
menetap di masjid menanti redanya hujan, termasuk aku. Namun setelah beberapa
lama, hujan tak kunjung reda. Karena kamar kosku ada yang bocor aku memaksakan
diri untuk pulang. Biasanya emang gak sampai menggenang sih, namun sore ini
karena debit air yang terlalu besar mungkin. Hingga bagian kamarku yang bocor
tergenang air. Setelah di pel dan ditampung, karena memang saat itu masih
hujan. Aku mulai beraktivitas seperti biasa. Namun tak lama dari itu, musibah
ini dimulai. Sebenarnya Cuma musibah kecil sih, karena di luar sana pasti banyak
orang yang malah sudah terbiasa mungkin dengan musibah seperti ini. Air hujan
yang menggenang di luar masuk ke rumah yang punya kosan dan semua kamar kos.
Terhitung ada tujuh kamar kos yang ada disini. Semuanya dimasuki air hujan. Hal
yang pertama kali diselamatkan tentu barang berharga seperti laptop. Kemudian
matikan listrik. Seharusnya kebalik ya?. Tapi itulah yang aku lakukan, setelah
itu baru berurutan kasur, baju, buku semua yang ada di lantai dinaikkan ke meja
agar tidak basah. Namun ada yang tak sempat kuselamatkan, 1 dus besar
mahasantri yang beratnya kukira sampai 1 ton (kalo gak pasti sudah ku angkat).
Yaa, buku mahasantri yang merupakan titipan dari teman-teman kassande bagian
bawahnya sempat tergenang. Bukan bermaksud membiarkan, karena buku adalah harta
utama bagi orang-orang sepertiku. Namun beratnya yang melewati batas
kemampuanku. Menyebabkannya harus menetap disitu, berendam dalam air. Untungnya
buku tersebut masih dilindungi sampul plastik sehingga masih bisa selamat.
Begitulah
ceritanya, kejadian ini membuat kami sadar bahwa (kami harus pindah kos, lho!).
terkadang Tuhan menurunkan musibah untuk membuat kita belajar agar merasakan
nasib saudara-saudara kita yang sedang mengalaminya. Kita gak boleh tutup mata,
tutup telinga atas kejadian yang terjadi di negeri ini. ulurkan tangan kita
selama kita bisa melakukannya. Karena memang mereka pasti membutuhkannya. Dan
mari kita berdo’a semoga musibah di negeri ini segera mereda, agar kita bisa
menjalani hidup seperti biasa lagi.
(Geje ya? Tulisan ini ditulis
diatas banjir, dengan kaki yang terendam dalam air hujan, makanya kosakatanya
aneh)


Hehehe ayiiip :D untung kamunya ndak ikut tenggelam wkwk
BalasHapusaku bisa berenang kok :p
BalasHapusRif. Hari Selasa ya? asramaku yang nggak pernah banjir sebelumnya, juga kebanjiran. mana pas sepi di asrama. tapi seru banget. mungkin asramanya lagi pengen dibersihin sama kita.
BalasHapusMungkin juga emang udah saatnya pindah .. haha
iya Nad selasa. Kosku juga baru pertama kali kayak gitu, kontrakan Uun juga katanya. Pengen pindah yo males juga, udah keseringan pindah haha
BalasHapus