Suntikan Akhir Tahun

Desember hampir berakhir, sudahkah semua target tahun ini tercapai?
Beberapa hari kemarin baru dapat kunjungan oleh ayah, kebetulan beliau lagi ada tugas mengantarkan kelompok kerjanya untuk mengikuti kegiatan pelatihan tentang peternakan di Songgoriti, Batu, Malang. Alhamdulillah beliau menyempatkan diri untuk singgah mengunjungi anaknya di Surabaya ini.

Seperti kebiasaan di pesantren dulu, kalo sudah dikunjungi pasti dapat semangat baru, dapat suntikan motivasi yang membuat diri untuk belajar lebih baik lagi, agar menjadi orang yang berguna bagi semuanya. Menerima kabar baru tentang keluarga dan tempat tinggal secara langsung, sedikit berbeda rasanya dengan menerima kabar melalui telpon. Alhamdulillah semua baik-baik saja dan banyak kabar baik lainnya yang disampaikan. Seperti Ifa (adik pertama) yang semakin semangat belajarnya, bahkan sudah bisa menabung sendiri untuk beli tablet baru, Alhamdulillah. Juga si bungsu Nisa yang sudah beranjak naik kelas 5 dan sudah diwisuda di TPA. Hmm, jadi merindukan mereka berdua. Juga ibu yang lagi sibuk ngurusin rapor anak-anak muridnya di sekolah, semoga Allah selalu memberi kemudahan Aamiin.

Sedikit motivasi juga dari ayah tentang menulis, jadi bingung juga ketika ditanya blognya kok gak pernah diisi lagi? Padahal ibu selalu baca kalo ada tulisan baru disana. Ayah juga cerita kalo beberapa tulisannya tentang pertanian sudah dimuat di beberapa surat kabar di kabupaten lain, bahkan sudah diminta untuk menjadi penulis tetap yang tiap beberapa bulan sekali diminta menulis lagi sesuai dengan temanya. Hmm, aku jadi malu. Bahkan di tengah kesibukannya bekerja, beliau masih sempat menulis.

Akhirnya, seolah mendapat pukulan keras seperti waktu kecil kalau lagi malas ngaji, namun dengan kondisi yang berbeda. Bayanganku di cermin seolah-olah menantang, ayo mana tulisannya? Blognya kok gak pernah diisi? Gak sempat? Alaah itu alasan klasik boy. Tak perlu mencari waktu luang untuk menulis, namun sediakan waktumu untuk itu. Tak peduli orang menganggap tulisan itu curhatlah, inilah, itulah dan lain sebagainya. Menulis bukan semata - mata agar dibilang bagus oleh orang lain, menulislah! Untuk berbagi pengalaman, cerita, informasi dan lain lain. Meskipun tulisanmu kamu anggap jelek, atau sebagian orang menganggapnya demikian, percayalah entah di belahan bumi bagian mana, pasti ada seseorang yang tersenyum membaca tulisanmu.

Teruslah menulis agar dunia mengenal dirimu. Salam.

3 komentar:

  1. Heheh dan kini mungkin aku salah satu orang yang tersenyum saat membaca tulisanmu mber. keep writing yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terimakasih sudah berkunjung :)
      Adakah kemajuan di penulisanku sensei?

      Hapus
    2. Waah sejak kapan namaku berubah menjadi sensei? :3
      Menulislah karena kamu ingin menulis, bukan menulis apa yang ingin pembaca baca #oposeh

      Hapus